catatan si cenuL hari ini yg sudah jadi istri: [^_^]

3 juli 2010, jam 09.00 WIB

“saya terima nikah dan kawinnya Kusnul Chotimah binti Muhajir dengan mas kawin  uang sebesar seratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus rupiah ditambah mushaf Al-Quran,ditambah rekaman CD mengaji Al-Waqiah dibayar tunai!!!”

 

Hhh… mungkin hanya dalam hitungan Beberapa detik kalimat sakti itu terucap dari laki-laki berjas hitam yang tengah duduk bersila disebelahku, tapi kedahsyatannya sungguh luar biasa menimbulkan kompilasi ribuan rasa yang mampu membuat aku sendiri si empunya rasa merasa linglung tentang perasaan apa yang tengah menguasai perasaanku. Tak seperti terpukul godam,tapi  kalimat berakhiran kata tunai yang diikuti sahutan seruan “Sah!” itu telah berhasil meruntuhkan katup lakrimalisku. Padahal kupikir yang kutahan sedari tadi adalah semacam gajah besar yang terganjal di sela ruang campur adukku yang tiba-tiba terasa begitumenyempit.  Ah.. entahlah bagaimana caranya mengaksarakan kompilasi rasaku waktu itu, ibarat album mungkin saat itu laguku sedang bergenre musik rock dengan syair melankolis berbumbu romantis,perasaanku waktu itu tak bisa kuluapkan dengan menari-nari berkoreografi sembarang, hanya si bulir bening saja yang seenaknya saja nyelonong keluar dari sudut mata. Tapi terpaksa harus kutahan, sebab aku tak mau maskaraku luntur.:-p

###

 

Ah, kukatakan padamu kawan… menikah ternyata benar-benar luar biasa indah. Aku benarkan  kata pak ustad dulu yang berUjar kalau menikah adalah penyempurna iman. Sebab kenyataannya memang itu yang aku rasakan, semakin banyak syukur, semakin banyak tasbih dan hamdalah yang terucapkan begitu saja, seperti nafas yang keluar tanpa perlu sinyal berkode  “sengaja” dari otak. Semua nya menjadi atas nama ibadah, termasuk ketika berproses, melayani suami, menyiapkan air hangat untukmandi suami, membuatkan teh susu hangat tiap pagi, teh hangat sepulang kerja, juga jadi rajin merawat diri,dandan, saking kepingin selalu kelihatan cantik di depan suami. Ah.., entah mengapa keinginan untuk mematuhi janji nikah dan meniatkan semua untuk ibadah membuat kita bisa dengan bahagia menjalankan hal baru yang ternyata cukup menyenangkan itu.

…..[semoga semangat ini tak kunjung luntur, tak Cumabertahan seminggu dua minggu saja. Hehe… amiin]……

 

Menjadi halal ternyata jauh lebih nikmat kawan, menikah tak Cuma menjadi semacam peresmian hubungan seks saja, tapi dalam prosesnya pasti selalu jadi ingin diniatkan untuk ibadah. Apalagi kalau sudah bicara soal calon bayi.., ah.. rasanya sudah benar-benar ingin menjaga kesuciannya sejak berproses. Tak seperti sebelum halal dulu yang mungkin selalu grusa-grusu, srudak-sruduk, yang penting memuaskan nafsu. Ah, tapi ternyata sekali lagi tiap langkah ketika sudah menjadi halal itu beda. Ketika akan berprosespun Selalu diusahakan dalam keadaan masih punya wudlu, diawali sholat sunnah, doa yg panjang, diniatkan untuk ibadah, semua itu kami lakukan saking kepinginnya kelak ketika sudah diamanahi bisa punya anak yang baik, nurut, pinter, bertubuh sempurna, anak yg benar-benar ketika prosesnyapun atas nama ridlo Allah. Dalam pernikahan, ketika membicarakan anakpun ternyata bisa meningkatkan iman.

 

Ah.., ayo segera menyusulku kawan. Mengangkat sauh disamudra hidup yang sesungguhnya. Aku tunggu di jalan menuju Roma manapun yang semoga juga akan segera kawan temukan.Amiin. Ayo segerakan menikah.. dan rasakan sensasi rasanya.. rasa yang jauh melebihi kebahagiaan Tuan Kreb ketika mendapatkan koin pertamany

Iklan

~ oleh duniamayaku7b pada Desember 18, 2011.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: