tentang CPNS

sedikit saja.

ketika itu aku bertanya pada teman lama..

“lho, gak ikut tes CPNS?”

jawabnya..” gak mbak, gak puya uang”

… aku terheran.., diam. hanya mulutku. tapi perasaaan dan pikiranku sibuk mencerna secara positif maksud jawabannya.. ” ah mungkin yg dia maksud tak punya uang untuk membeli amplop dan perangko serta kertas2 dan pulpen”.. tapi justru aku pikir itu pikiran yang naif..

ya, agaknya yang dia maksud tak punya uang adalah tak punya “uang berpuluh-puluh juta atau beratus juta untuk sebuah upeti rahasia yang sayangnya sudah  tidak menjadi rahasia”…

maaf, saya sendiri tak mau terlalu berburuk sangka pada “mereka” dan “plus-plusnya”., tapi jawaban teman saya yang satu itu menunjukkan bagian dari masyarakat kita yang sudah sangat pesimis sekali tentang keberhasilannya lolos test itu.., belum mencoba, tapi sudah sangat putus asa..

ah, jangan pula berburuk sangka menganggap bahwa teman saya itu adalah orang yang mudah putus asa., mungkin saja justru teman saya itu adalah orang yang justru berpikir efisien dan matematis sekali.., yang memperhitungkan peluang sebelum _katakanlah ikut mendaftarkan diri dalam perjudian. Perjudian yang memang mengandalkan nasib baik, perjudian yang _maaf_ mungkin tak lagi diukur berdasarkan kemampuan “jeniusitas”, tapi justru _maaf_ diukur berdasarkan kemampuan menggelontorkan uang. dan bukankah sudah menjadi semacam adat_kalau memang tidak dikatakan budaya_ bahwa di arena perjudian yang satu ini justru faktor ketiga yang memegang peranan utama?,  dan mungkin saja teman saya yang satu itu menyadari kurang mempunyai faktor2 itu…,

ah, entahlah… saya yakin, masih banyak orang yang jujur, yang punya moral, yang tak mencurangi peluang oranglain dengan cara-cara yang entahlah itu disebut cara yang baik atau yang tidak baik, cara yang termasuk halal atau haram. _sebab saat ini susah sekali membedakan dua hal yang nyata-nyata berbeda_.

tentang yang satu itu, bahkan kakak ipar dari sepupu saya sendiripun pernah berkomentar seperti ini  ” lho, kalo kita gak ikutin cara” itu” ya jelas kita bakal kalah, sebab yang lainnya juga begitu”..

Hhh.., saya menghormati tiap pilihan, juga menghargai tiap pendapat.., saya kurang suka berdebat untuk hal-hal yg nyata-nyata sudah terlihat jelas kebenarannya kalo seandainya mau kembali pada hati nurani..

teringat kata-kata Andrea Hirata pada buku Laskar pelangi-nya..

“orang yang berani mempertahankan keidealismeannya berarti dia juga harus berani miskin”.., tapi saya ingin menambahkan bahwa kemiskinannya adalah kemiskinan yang bahagia, kemiskinan yang menenangkan jiwa, sebab.. dia tidak menghianati nuraninya!.

saya tak bermaksud meyninggung siapa-siapa.., karena sekali lagi, saya masih percaya jumlah orang baik dan bermoral serta berjiwa besar lebih banyak dibanding orang yang sebaliknya. meski mungin kalau dikurangkan hasilnya kurang dari sepuluh.

ya.., semoga saja.. setelah banyak headline berita jaman dulu kala yang bertuliskan besar “ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH”, ” ORANG MISKIN DILARANG SAKIT, tidak akan ada headline berita dengan tulisan “ORANG MISKIN DILARANG BERMIMPI JADI PNS!”..

Iklan

~ oleh duniamayaku7b pada Desember 5, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: