catatan ceNuL hari ini: dan apapun tetap harus bersyukur…

•Desember 18, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

19Agustus 2010

Alhamdulillah,mungkin itu satu-satunya kalimat sakti yang mampu membantu meneguhkan hati saya. Ya.., sepedih apapun selayaknya saya memang harus tetap mampu mengucap syukur. Syukur atas sebuah bentuk keberkahan yang sebenarnya memang tengah membuat saya bersedih.  Entahlah, sebaiknya memang saya harus selalu berprasangka baik pada Allah atas semua tahapan pada fase hidup yang ternyata memang penuh kejutan ini. Ada kebijakan dan kejutan nikmat baru yang mungkin tengah Allah persiapkan buat keluarga kecil kami, kejutan nikmat yang memang belum bisa kami mengerti saat ini. Bukankah Allah memang  Yaa ‘Aliimun??, jadi buat apa pula saya meragukan segala bentuk rencana-rencanaNya. Allah… sepenuhnya saya meyakini  bahwa memang hanya Engkau yang punya kuasa atas segala bentuk rizki.

 

Hari ini, Sekitar jam 5  sore lebih.

Secara resmi saya telah kehilangan janin saya. Sedih. Cukup kata itu yang bisa menggambarkan perasaan saya, sebab memang tak akan cukup kata-kata untuk menghiperbolakan  perasaan saya saat itu.Kesedihan karena merasa kehilangan sesuatu yang memang sebenarnya belum resmi kita miliki.

 

Saya sempat menangis, sendirian berlama-lama di kamar mandi. Apalagi ketika itu saya sedang mengalami persalinannya seorang diri, merasakan  dua gumpalan besar meluncur keluar dari tubuh saya. Ah.., entah bagaimana saya harus mengaksarakan perasaan saya, susah. Sebab saat itu, ketika janin resmi  melepaskan diri  dari rahim saya, seketika itu pula saya ter-pause pada metaphase momen kehilangan. Stagnant, terskak mat tepat ditengah  keyakinan menjadi pemenang.Allah…,  Subhanalaah… memang sesungguhnya hanya engkau yang punya kuasa atas segala bentuk rizki.

 

Dua gumpalan itu jika dilihat dari jauh maka akan kelihatan seperti isi perut ikan. Besarnya hampir memenuhi telapak tengah tangan saya. Bukan berupa gumpalan darah berwarna merah seperti yang selama ini saya bayangkan, tapi benar-benar serupa jaringan besar berwarna bening ke abu-abuan.Dua gumpalan besar yang memang terpisah. Saya sudah bisa  lihat satu gumpalan yang terdiri atas sebentuk jaringan bertali dengan  ujung melebar berkerut serupa ujung usus ayam yang sudah matang, bentuknya lingkaran tipis,seperti cakram berwarna krem blewah, berdiameter sekitar 2,5 cm,  mungkin itu yang dinamakan calon plasenta yang selama dua minggu lebih ini  tengah berjuang keras mencengkeramkan dirinya pada dinding rahimku yang mungkin kurang kokoh ini.

 

 

 

Digumpalan kedua Saya juga bisa melihat calon amnionnya, serupa kantong yolk yang besarnya sebesar mata ikan bandeng. Dengan sekelilingnya berupa zygot  kecil tak berbentuk, berwarna abu-abu bening. Subhanallah… baru berumur dua mingguantapi sudah sebesar dan berbentuk seperti itu..

 

Ah,sebenarnya saya cukup banyak menangis atas kejadian kehilangan itu, mungkin  tangisan itu pula yang menjadi bentuk kecintaa nsang calon ibu pada calon anak yang sekali lagi memang belum resmi dimiliki.Tapi fase kehilangan janin itu sekaligus menjadi jawaban mengapa Allah memilihkan Didik habibullah sebagai suami saya.

 

Saya bersyukur mempunyai suami seperti suamisaya yang tak pernah berhenti membesarkan hati saya,  yang seketika itu rela menyempatkan waktunya untuk  menemani saya, membiarkan bagian dadanya menjadi tempat bagi saya menenggelamkan muka sambil meraung tangis sejadinya, suami yang dengan elusan lembut di rambut  dan sedikit kata-kata yang mampu merubah suasana hati saya dari fase kehilangan menjadi fase bersyukur yang dalam.

 

“Pasti Ada hikmah besar yang memang saat ini belum kita mengerti, bukankah Allah itu maha mengetahui, Yaa ‘Aliimun???”  kata suami saya.

 

sabtu,21 Agustus 2010

Menjadi kambuh atas sesuatu yang memang sepenuhnya belum sembuh memang adalah sebuah kewajaran, tak apalah ketika sesekali teringat dan menimbulkan serangan tangis  mengiris. Tapi menjadi bangkit  adalah hal hebat yang akan kembali meneguhkan bahwa kita layak mendapatkan amanat. Bukankah Allah memang Yaa ‘Aliimun????…

catatan ceNuLhari ini:diary calon emak

•Desember 18, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

10agustus 2010.

Initentang perasaanku yang tengah merasa sedang hamil. Bukan bermaksud mendahului test medis dan vonis dokter, tapi aku hanya mencoba menganalisa  perubahan fisiologis tubuhku berdasarkan keilmuan pribadi saja.

 

Ah,sebaiknya aku berkisah sejak awal secara almanak saja.

 

Sabtu,3 juli 2010, kami menikah

Kamis,8 juli 2010, aku menstruasi

 

Dengan asumsi siklus menstruasiku adalah 28 hari, maka seharusnya aku menstruasi lagi tanggal 5 agustus. Dengan perhitungan masa subur adalah 14 hari dihitung darihari pertama menstruasi maka masa suburku adalah  tanggal 21-22 juli 2010.

 

Senin,1 agustus 2010, ada flek darah

 

Semula aku kira aku sedang menstruasi,  padahal kalau kuhitung seharusnya memang belum tanggalnya. Dan ternyata memang bukan menstruasi, hanya flek, kurang dari sehari, mungkin juga hanya setetes.Selanjutnya dari buku aku ketahui kalau flek itu terjadi tepat 10 hari setelah masa ovulasiku. Baru aku tahu juga ternyata itu adalah bagian dari  efek dari sel telur yang telah dibuahi dituba fallopy dan mulai menempel di dinding rahim. (tanda kehamilan satu).

 

Sudahbeberapa hari aku mengalami reaksi seperti saat menjelang menstruasi, padahal menstruasi tak kunjung datang. (tanda kehamilan dua).

 

Selasa,10 agustus 2010, lewat lima hari dari tanggal seharusnya aku menstruasi. Padahal selama ini menstruasiku selalu teratur. Semoga ini selanjutnya menjadi tanda bahwa Allah tengah menumbuhkan surga di bawah telapak kakiku. Menurunkan rizki terindahNya buat kami. Amiin.

catatan si cenuL hari ini yg sudah jadi istri: [^_^]

•Desember 18, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

3 juli 2010, jam 09.00 WIB

“saya terima nikah dan kawinnya Kusnul Chotimah binti Muhajir dengan mas kawin  uang sebesar seratus tujuh puluh tiga ribu empat ratus rupiah ditambah mushaf Al-Quran,ditambah rekaman CD mengaji Al-Waqiah dibayar tunai!!!”

 

Hhh… mungkin hanya dalam hitungan Beberapa detik kalimat sakti itu terucap dari laki-laki berjas hitam yang tengah duduk bersila disebelahku, tapi kedahsyatannya sungguh luar biasa menimbulkan kompilasi ribuan rasa yang mampu membuat aku sendiri si empunya rasa merasa linglung tentang perasaan apa yang tengah menguasai perasaanku. Tak seperti terpukul godam,tapi  kalimat berakhiran kata tunai yang diikuti sahutan seruan “Sah!” itu telah berhasil meruntuhkan katup lakrimalisku. Padahal kupikir yang kutahan sedari tadi adalah semacam gajah besar yang terganjal di sela ruang campur adukku yang tiba-tiba terasa begitumenyempit.  Ah.. entahlah bagaimana caranya mengaksarakan kompilasi rasaku waktu itu, ibarat album mungkin saat itu laguku sedang bergenre musik rock dengan syair melankolis berbumbu romantis,perasaanku waktu itu tak bisa kuluapkan dengan menari-nari berkoreografi sembarang, hanya si bulir bening saja yang seenaknya saja nyelonong keluar dari sudut mata. Tapi terpaksa harus kutahan, sebab aku tak mau maskaraku luntur.:-p

###

 

Ah, kukatakan padamu kawan… menikah ternyata benar-benar luar biasa indah. Aku benarkan  kata pak ustad dulu yang berUjar kalau menikah adalah penyempurna iman. Sebab kenyataannya memang itu yang aku rasakan, semakin banyak syukur, semakin banyak tasbih dan hamdalah yang terucapkan begitu saja, seperti nafas yang keluar tanpa perlu sinyal berkode  “sengaja” dari otak. Semua nya menjadi atas nama ibadah, termasuk ketika berproses, melayani suami, menyiapkan air hangat untukmandi suami, membuatkan teh susu hangat tiap pagi, teh hangat sepulang kerja, juga jadi rajin merawat diri,dandan, saking kepingin selalu kelihatan cantik di depan suami. Ah.., entah mengapa keinginan untuk mematuhi janji nikah dan meniatkan semua untuk ibadah membuat kita bisa dengan bahagia menjalankan hal baru yang ternyata cukup menyenangkan itu.

…..[semoga semangat ini tak kunjung luntur, tak Cumabertahan seminggu dua minggu saja. Hehe… amiin]……

 

Menjadi halal ternyata jauh lebih nikmat kawan, menikah tak Cuma menjadi semacam peresmian hubungan seks saja, tapi dalam prosesnya pasti selalu jadi ingin diniatkan untuk ibadah. Apalagi kalau sudah bicara soal calon bayi.., ah.. rasanya sudah benar-benar ingin menjaga kesuciannya sejak berproses. Tak seperti sebelum halal dulu yang mungkin selalu grusa-grusu, srudak-sruduk, yang penting memuaskan nafsu. Ah, tapi ternyata sekali lagi tiap langkah ketika sudah menjadi halal itu beda. Ketika akan berprosespun Selalu diusahakan dalam keadaan masih punya wudlu, diawali sholat sunnah, doa yg panjang, diniatkan untuk ibadah, semua itu kami lakukan saking kepinginnya kelak ketika sudah diamanahi bisa punya anak yang baik, nurut, pinter, bertubuh sempurna, anak yg benar-benar ketika prosesnyapun atas nama ridlo Allah. Dalam pernikahan, ketika membicarakan anakpun ternyata bisa meningkatkan iman.

 

Ah.., ayo segera menyusulku kawan. Mengangkat sauh disamudra hidup yang sesungguhnya. Aku tunggu di jalan menuju Roma manapun yang semoga juga akan segera kawan temukan.Amiin. Ayo segerakan menikah.. dan rasakan sensasi rasanya.. rasa yang jauh melebihi kebahagiaan Tuan Kreb ketika mendapatkan koin pertamany

rindu-lagi

•Desember 18, 2011 • Tinggalkan sebuah Komentar

tiba-tiba aku sangat merindukannya

rindu canda yang hilang begitu saja tanpa pernah aku sadari

kamu pergi ketika aku tak disini
dan saat aku kembali datang, kamu tak pernah pulang

ada ruang yang kosong

tak tergantikan oleh siapapun, baik di sini, ataupun di luar sana

tidak ada satupun yang sama,,

malang, 2 mei 2010

selalu kusembunyikan dengan sangat rapi pula mimpi-mimpiku tentang kamu, mimpi dari rindu yang terledakkan olehmu sejak kuambul keputusan pergi seketika itu. aku juga rindu, aku juga rindu-lagi-, aku juga rindu-dan-rindu-lagi-… tapi aku harus menahannya. tak bisa bertemu dan kembali merindu mempergunjingkan langit malam bersamamu. rindu mengakhir sajakkan aksara duapuluh tujuh denganmu, rindu menerbangkan diri dalam imaji kejeniusan pribadi kita tiap malam-pagi-dan siangnya. akupun rindu… sekali lagi akupun rindu-lagi-.
tapi maaf.., masih sering dan selalu kubohlamkan mataku tiap mengingatmu, tiap membacai kata-kataku menbacai kata-katamu.. namun terlalu sering pula bohlamku kelebihan daya, dan akhirnya memecah.. mengairmata.. dan sungguh aku terlalu malu, tak mau mengair mata didepanmu.

aku juga begitu wiQ.., tidak ada satupun yang sama,,

Lamongan,7 mei 2010

tentang CPNS

•Desember 5, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

sedikit saja.

ketika itu aku bertanya pada teman lama..

“lho, gak ikut tes CPNS?”

jawabnya..” gak mbak, gak puya uang”

… aku terheran.., diam. hanya mulutku. tapi perasaaan dan pikiranku sibuk mencerna secara positif maksud jawabannya.. ” ah mungkin yg dia maksud tak punya uang untuk membeli amplop dan perangko serta kertas2 dan pulpen”.. tapi justru aku pikir itu pikiran yang naif..

ya, agaknya yang dia maksud tak punya uang adalah tak punya “uang berpuluh-puluh juta atau beratus juta untuk sebuah upeti rahasia yang sayangnya sudah  tidak menjadi rahasia”…

maaf, saya sendiri tak mau terlalu berburuk sangka pada “mereka” dan “plus-plusnya”., tapi jawaban teman saya yang satu itu menunjukkan bagian dari masyarakat kita yang sudah sangat pesimis sekali tentang keberhasilannya lolos test itu.., belum mencoba, tapi sudah sangat putus asa..

ah, jangan pula berburuk sangka menganggap bahwa teman saya itu adalah orang yang mudah putus asa., mungkin saja justru teman saya itu adalah orang yang justru berpikir efisien dan matematis sekali.., yang memperhitungkan peluang sebelum _katakanlah ikut mendaftarkan diri dalam perjudian. Perjudian yang memang mengandalkan nasib baik, perjudian yang _maaf_ mungkin tak lagi diukur berdasarkan kemampuan “jeniusitas”, tapi justru _maaf_ diukur berdasarkan kemampuan menggelontorkan uang. dan bukankah sudah menjadi semacam adat_kalau memang tidak dikatakan budaya_ bahwa di arena perjudian yang satu ini justru faktor ketiga yang memegang peranan utama?,  dan mungkin saja teman saya yang satu itu menyadari kurang mempunyai faktor2 itu…,

ah, entahlah… saya yakin, masih banyak orang yang jujur, yang punya moral, yang tak mencurangi peluang oranglain dengan cara-cara yang entahlah itu disebut cara yang baik atau yang tidak baik, cara yang termasuk halal atau haram. _sebab saat ini susah sekali membedakan dua hal yang nyata-nyata berbeda_.

tentang yang satu itu, bahkan kakak ipar dari sepupu saya sendiripun pernah berkomentar seperti ini  ” lho, kalo kita gak ikutin cara” itu” ya jelas kita bakal kalah, sebab yang lainnya juga begitu”..

Hhh.., saya menghormati tiap pilihan, juga menghargai tiap pendapat.., saya kurang suka berdebat untuk hal-hal yg nyata-nyata sudah terlihat jelas kebenarannya kalo seandainya mau kembali pada hati nurani..

teringat kata-kata Andrea Hirata pada buku Laskar pelangi-nya..

“orang yang berani mempertahankan keidealismeannya berarti dia juga harus berani miskin”.., tapi saya ingin menambahkan bahwa kemiskinannya adalah kemiskinan yang bahagia, kemiskinan yang menenangkan jiwa, sebab.. dia tidak menghianati nuraninya!.

saya tak bermaksud meyninggung siapa-siapa.., karena sekali lagi, saya masih percaya jumlah orang baik dan bermoral serta berjiwa besar lebih banyak dibanding orang yang sebaliknya. meski mungin kalau dikurangkan hasilnya kurang dari sepuluh.

ya.., semoga saja.. setelah banyak headline berita jaman dulu kala yang bertuliskan besar “ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH”, ” ORANG MISKIN DILARANG SAKIT, tidak akan ada headline berita dengan tulisan “ORANG MISKIN DILARANG BERMIMPI JADI PNS!”..

catatan ceNuL hari ini: Tuhan menagihku

•Maret 26, 2009 • 1 Komentar

Tuhan kembali menagih nyawa padaku.

Aku bingung.. sebab aku lupa telah menaruhnya dimana…

Kebencian pada hidup pernah membuatku membuang nyawa jauh-jauh.

Dan aku menyesal, membuang nyawa justru membuatku tak kunjung mati.

Padahal aku begitu benci pada hidup,

aku ingin segera mati dan menemukan segala yang aku damba pada surga atau neraka.

Kini Tuhan menyuruhku untuk hidup kembali

dan membawa pulang nyawa yang dipinjamkannya.

Aku semakin bingung, semakin tersiksa,

sebab Tuhan tak berhenti menagihnya.

catatan ceNul hari ini.. : five stars

•Januari 28, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Catatan cenul hari ini, Jumat, 23 januari 2009 Hari ini adalah hari pertamaku jualan donat , menyenangkan. Seru!!!, dan ada rizky dadakan yang lumayan. Alhamdulillah… Hehehe. Begini ceritanya… Jam delapanan pagi aku berangkat ke pabrik donat, rencana kegiatan hari ini adalah nganterin pesanan donat hasil survey pasar kemarin. Hari kemarin aku berhasil meyakinkan 12 pelanggan untuk memesan donat kepada kami. Ternyata mencari pelanggan dan myakinkan seseorang untuk mmbeli prodak kita begitu menyenangkan. Ada kepuasan tersendiri ketika kita berhasil menggaet pelanggan. Itu hari pertamaku, dan dari sana aku menyadari ternyata aku cukup punya kemampuan untuk berkomunikasi dalam bisnis. Membaca pasar, menarik minat pasar, dan cara melobi serta menghadapi seseorang dalam berbisnis. Itu yang aku pelajari kemarin. Untuk hari pertama aku dah berani ambil pesanan donat banyak, ya Alhamdulillah untuk hari pertama ini aku berhasil menggaet 12 titik tempat penitipan donat. Itu berarti dengan rata-rata 10 buah donat tiap titik aku berhasil mengambil 120 buah donat untuk pesanan hari ini. Jam sembilanan kurang aku keluar dari pabrik, siap nganterin donat ke tempat pelanggan. Tapi rencananya aku mampir ke rumah temenku dulu, selain satu arah, aku juga ada janji buat nawarin harga laptop baru buat bapaknya. Ternyata bapaknya lagi dimakasar, disana aku cuma bisa nemuin ibunya. Ternyata disana lagi rame. Adeknya banyak, keponakannya juga lagi kumpul. Niat maen ke rumah temen sebelum keliling anterin donat pesanan, eh tuh donat malah diserbu duluan ma ibu temenku itu. Hhehe.., Alhamdulillah.. pendapatan jadi lebih banyak. Si nyonya borong donat 20 buah, terdiri dari 8 donat kotak, dan 12 donat bundar. tiap donat aku jual Rp 1.500,-. Padahal aku ambil dari pabrik Rp 800,- untuk donat kotak dan Rp 750,- untuk donat bundar. Kalau dikalkulasikan keuntungannya Harga beli donat : Donat kotak = Rp 800,- x 8 buah = Rp 6.400,- Donat bundar = Rp 750,- x 12 buah = Rp 9.000,- Rp 15.400,- Harga jual donat = Rp 1500,- x 30 buah = Rp 30.000,- Laba = harga jual-harga beli = Rp 30.000 – Rp 15.400,- = Rp 14.600,- Wuiih.. lumayan gede kan?? ^_^, hampir separuh dari modal awal. Hehe.., gak sampek setengah jam aku maen kesana, duduk-duduk, ngobrol-ngobrol, eh dapat untung Rp 14.600 dapet minum teh manis pula. Hehehe… seneng banget. Bukan cuma soal uangnya, tapi ada kepuasan yang jauh lebih besar. Kepuasan berdagang. Bagiku juga menjual dan jadi distributor donat bukan cuma soal mencari uang tambahan, tapi aku memahaminya sebagai proses belajar, membentuk mental enterpreunership, jiwa wirausaha. Ya…, tujuan dan cita-cita besarku harus aku tanam sejak awal. Hehe.., sebenarnya aku tahu, aku telah menjual donat yang seharusnya sudah menjadi pesanan orang. Tapi bukankah tidak ada salahnya ketika kita memanfaatkan peluang yang ada. Seorang wirausaha harus pintar-pintar memanfaatkan peluang yang ada. Selama jujur, dan tidak merugikan orang lain, kenapa gak?? Iya kan??.. hihi.. hari ini aku juga jadi lebih bisa mengenal orang lebih banyak, orang-orang yang bergelut dibidang bisnis, orang-orang yang punya keberanian besar buat berwirausaha. Saling berbagi suka dan dukanya merintis suatu usaha. Aku semakin terpacu untuk segera menjadi wirausahawati sejati!!!. Aku ingin segera mngembangkan sayapku. Aku begitu menikmati keuntungan pertamaku hari ini. Alhamdulillah… ^_^ Saatnya melanjutkan pekerjaan sebenarnya, mengantarkan pesanan ke semua pelanggan. Oupst.., tapi tentunya harus balik ke pabrik dulu, buat ngisi stok pesanan yang terjual tadi.. hihi… kalo laku semua, hari ini berarti aku berhasil menjual 140 donat. Emmm.. kira-kira untungnya berapa ya??? Hoho.. Pelangaaan… aku datang!!!.  Five stars 4 this day PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN…sebuah komentar. Jumat, 16 Januari 2009. aku, tiwiQ, jinNy dan beberapa temen kuliahnya nonton film PBS (Perempuan Berkalung Sorban) di matos. Selama ini aku orang yang cukup milih dan selektif banget buat mutusin film apa yang layak dan patut aku tonton di bioskop. Selain alasan menghemat uang, juga terlalu sayang saja menghabiskan uang buat ngeliat film yang ceritanya gak lebih dari sinetron yang cuma pindah layar saja. Aku cukup tertarik dan penasaran dengan film ini ketika melihat judul dan cuplikan filmnya. Tema yang diangkat juga sangat menarik, sama dengan buku yang pernah aku baca 3-4 tahun yang lalu. Buku tentang kehidupan bangsawan pesantren di Jawa Timur. Kesanku tentang film ini… Bagus.bintang tiga. Akting Revalina cukup patut diacungi jempol, meski ada beberapa tokoh yang gak bagus banget aktingnya!!!