tentang CPNS

•Desember 5, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

sedikit saja.

ketika itu aku bertanya pada teman lama..

“lho, gak ikut tes CPNS?”

jawabnya..” gak mbak, gak puya uang”

… aku terheran.., diam. hanya mulutku. tapi perasaaan dan pikiranku sibuk mencerna secara positif maksud jawabannya.. ” ah mungkin yg dia maksud tak punya uang untuk membeli amplop dan perangko serta kertas2 dan pulpen”.. tapi justru aku pikir itu pikiran yang naif..

ya, agaknya yang dia maksud tak punya uang adalah tak punya “uang berpuluh-puluh juta atau beratus juta untuk sebuah upeti rahasia yang sayangnya sudah  tidak menjadi rahasia”…

maaf, saya sendiri tak mau terlalu berburuk sangka pada “mereka” dan “plus-plusnya”., tapi jawaban teman saya yang satu itu menunjukkan bagian dari masyarakat kita yang sudah sangat pesimis sekali tentang keberhasilannya lolos test itu.., belum mencoba, tapi sudah sangat putus asa..

ah, jangan pula berburuk sangka menganggap bahwa teman saya itu adalah orang yang mudah putus asa., mungkin saja justru teman saya itu adalah orang yang justru berpikir efisien dan matematis sekali.., yang memperhitungkan peluang sebelum _katakanlah ikut mendaftarkan diri dalam perjudian. Perjudian yang memang mengandalkan nasib baik, perjudian yang _maaf_ mungkin tak lagi diukur berdasarkan kemampuan “jeniusitas”, tapi justru _maaf_ diukur berdasarkan kemampuan menggelontorkan uang. dan bukankah sudah menjadi semacam adat_kalau memang tidak dikatakan budaya_ bahwa di arena perjudian yang satu ini justru faktor ketiga yang memegang peranan utama?,  dan mungkin saja teman saya yang satu itu menyadari kurang mempunyai faktor2 itu…,

ah, entahlah… saya yakin, masih banyak orang yang jujur, yang punya moral, yang tak mencurangi peluang oranglain dengan cara-cara yang entahlah itu disebut cara yang baik atau yang tidak baik, cara yang termasuk halal atau haram. _sebab saat ini susah sekali membedakan dua hal yang nyata-nyata berbeda_.

tentang yang satu itu, bahkan kakak ipar dari sepupu saya sendiripun pernah berkomentar seperti ini  ” lho, kalo kita gak ikutin cara” itu” ya jelas kita bakal kalah, sebab yang lainnya juga begitu”..

Hhh.., saya menghormati tiap pilihan, juga menghargai tiap pendapat.., saya kurang suka berdebat untuk hal-hal yg nyata-nyata sudah terlihat jelas kebenarannya kalo seandainya mau kembali pada hati nurani..

teringat kata-kata Andrea Hirata pada buku Laskar pelangi-nya..

“orang yang berani mempertahankan keidealismeannya berarti dia juga harus berani miskin”.., tapi saya ingin menambahkan bahwa kemiskinannya adalah kemiskinan yang bahagia, kemiskinan yang menenangkan jiwa, sebab.. dia tidak menghianati nuraninya!.

saya tak bermaksud meyninggung siapa-siapa.., karena sekali lagi, saya masih percaya jumlah orang baik dan bermoral serta berjiwa besar lebih banyak dibanding orang yang sebaliknya. meski mungin kalau dikurangkan hasilnya kurang dari sepuluh.

ya.., semoga saja.. setelah banyak headline berita jaman dulu kala yang bertuliskan besar “ORANG MISKIN DILARANG SEKOLAH”, ” ORANG MISKIN DILARANG SAKIT, tidak akan ada headline berita dengan tulisan “ORANG MISKIN DILARANG BERMIMPI JADI PNS!”..

catatan ceNuL hari ini: Tuhan menagihku

•Maret 26, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Tuhan kembali menagih nyawa padaku.

Aku bingung.. sebab aku lupa telah menaruhnya dimana…

Kebencian pada hidup pernah membuatku membuang nyawa jauh-jauh.

Dan aku menyesal, membuang nyawa justru membuatku tak kunjung mati.

Padahal aku begitu benci pada hidup,

aku ingin segera mati dan menemukan segala yang aku damba pada surga atau neraka.

Kini Tuhan menyuruhku untuk hidup kembali

dan membawa pulang nyawa yang dipinjamkannya.

Aku semakin bingung, semakin tersiksa,

sebab Tuhan tak berhenti menagihnya.

catatan ceNul hari ini.. : five stars

•Januari 28, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Catatan cenul hari ini, Jumat, 23 januari 2009 Hari ini adalah hari pertamaku jualan donat , menyenangkan. Seru!!!, dan ada rizky dadakan yang lumayan. Alhamdulillah… Hehehe. Begini ceritanya… Jam delapanan pagi aku berangkat ke pabrik donat, rencana kegiatan hari ini adalah nganterin pesanan donat hasil survey pasar kemarin. Hari kemarin aku berhasil meyakinkan 12 pelanggan untuk memesan donat kepada kami. Ternyata mencari pelanggan dan myakinkan seseorang untuk mmbeli prodak kita begitu menyenangkan. Ada kepuasan tersendiri ketika kita berhasil menggaet pelanggan. Itu hari pertamaku, dan dari sana aku menyadari ternyata aku cukup punya kemampuan untuk berkomunikasi dalam bisnis. Membaca pasar, menarik minat pasar, dan cara melobi serta menghadapi seseorang dalam berbisnis. Itu yang aku pelajari kemarin. Untuk hari pertama aku dah berani ambil pesanan donat banyak, ya Alhamdulillah untuk hari pertama ini aku berhasil menggaet 12 titik tempat penitipan donat. Itu berarti dengan rata-rata 10 buah donat tiap titik aku berhasil mengambil 120 buah donat untuk pesanan hari ini. Jam sembilanan kurang aku keluar dari pabrik, siap nganterin donat ke tempat pelanggan. Tapi rencananya aku mampir ke rumah temenku dulu, selain satu arah, aku juga ada janji buat nawarin harga laptop baru buat bapaknya. Ternyata bapaknya lagi dimakasar, disana aku cuma bisa nemuin ibunya. Ternyata disana lagi rame. Adeknya banyak, keponakannya juga lagi kumpul. Niat maen ke rumah temen sebelum keliling anterin donat pesanan, eh tuh donat malah diserbu duluan ma ibu temenku itu. Hhehe.., Alhamdulillah.. pendapatan jadi lebih banyak. Si nyonya borong donat 20 buah, terdiri dari 8 donat kotak, dan 12 donat bundar. tiap donat aku jual Rp 1.500,-. Padahal aku ambil dari pabrik Rp 800,- untuk donat kotak dan Rp 750,- untuk donat bundar. Kalau dikalkulasikan keuntungannya Harga beli donat : Donat kotak = Rp 800,- x 8 buah = Rp 6.400,- Donat bundar = Rp 750,- x 12 buah = Rp 9.000,- Rp 15.400,- Harga jual donat = Rp 1500,- x 30 buah = Rp 30.000,- Laba = harga jual-harga beli = Rp 30.000 – Rp 15.400,- = Rp 14.600,- Wuiih.. lumayan gede kan?? ^_^, hampir separuh dari modal awal. Hehe.., gak sampek setengah jam aku maen kesana, duduk-duduk, ngobrol-ngobrol, eh dapat untung Rp 14.600 dapet minum teh manis pula. Hehehe… seneng banget. Bukan cuma soal uangnya, tapi ada kepuasan yang jauh lebih besar. Kepuasan berdagang. Bagiku juga menjual dan jadi distributor donat bukan cuma soal mencari uang tambahan, tapi aku memahaminya sebagai proses belajar, membentuk mental enterpreunership, jiwa wirausaha. Ya…, tujuan dan cita-cita besarku harus aku tanam sejak awal. Hehe.., sebenarnya aku tahu, aku telah menjual donat yang seharusnya sudah menjadi pesanan orang. Tapi bukankah tidak ada salahnya ketika kita memanfaatkan peluang yang ada. Seorang wirausaha harus pintar-pintar memanfaatkan peluang yang ada. Selama jujur, dan tidak merugikan orang lain, kenapa gak?? Iya kan??.. hihi.. hari ini aku juga jadi lebih bisa mengenal orang lebih banyak, orang-orang yang bergelut dibidang bisnis, orang-orang yang punya keberanian besar buat berwirausaha. Saling berbagi suka dan dukanya merintis suatu usaha. Aku semakin terpacu untuk segera menjadi wirausahawati sejati!!!. Aku ingin segera mngembangkan sayapku. Aku begitu menikmati keuntungan pertamaku hari ini. Alhamdulillah… ^_^ Saatnya melanjutkan pekerjaan sebenarnya, mengantarkan pesanan ke semua pelanggan. Oupst.., tapi tentunya harus balik ke pabrik dulu, buat ngisi stok pesanan yang terjual tadi.. hihi… kalo laku semua, hari ini berarti aku berhasil menjual 140 donat. Emmm.. kira-kira untungnya berapa ya??? Hoho.. Pelangaaan… aku datang!!!.  Five stars 4 this day PEREMPUAN BERKALUNG SORBAN…sebuah komentar. Jumat, 16 Januari 2009. aku, tiwiQ, jinNy dan beberapa temen kuliahnya nonton film PBS (Perempuan Berkalung Sorban) di matos. Selama ini aku orang yang cukup milih dan selektif banget buat mutusin film apa yang layak dan patut aku tonton di bioskop. Selain alasan menghemat uang, juga terlalu sayang saja menghabiskan uang buat ngeliat film yang ceritanya gak lebih dari sinetron yang cuma pindah layar saja. Aku cukup tertarik dan penasaran dengan film ini ketika melihat judul dan cuplikan filmnya. Tema yang diangkat juga sangat menarik, sama dengan buku yang pernah aku baca 3-4 tahun yang lalu. Buku tentang kehidupan bangsawan pesantren di Jawa Timur. Kesanku tentang film ini… Bagus.bintang tiga. Akting Revalina cukup patut diacungi jempol, meski ada beberapa tokoh yang gak bagus banget aktingnya!!!

untuk ibu..

•Desember 18, 2008 • 1 Komentar

Ibu, hatiku sungguh penuh sesak, ijinkan aku pulang saja. Segala kananku sudah terlalu lama terkungkung dalam-dalam. Ini saatnya waktuku meluber keluar. Aku terlalu lelah terjebak dalam bifukasi kanan dan kiri, ibu.., kumohon jangan biarkan aku mati.

Lagi-lagi aku bertaruh dengan langit, siapa yang lebih lama bertahan mengeluarkan air hari ini. Aku dengan mataku, dan langit dengan segala yang membentang padanya. Sungguh dadaku penuh sesak, hari ini. Lagi.

^_^

•Desember 18, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Minggu, 14 Desember 2008.

Hari ini aku belajar banyak hal. Seharian ini aku sudah cukup banyaak mrnangis. Aku dulu adalh orang yang gak pernah mau mengalah. Bagiku, jika aku benar berarti aku harus memperjuangkannya. Tapi kau sadar, sifat teguh egoisku telah perlahan membuat aku telah berubah menjadi pendendam. Dendam adalah penyakit hati, dank au tak mau lagi hatiku digerogoti, dirusak oleh penyakit itu. Aku mulai belajar menjadi sabra, belajar diam dan mengalah saja. Aku selalu percaya Allah punya hukuman buat yang salah, tapi aku tak pernah puas sebelum menghukumnya dengan caraku sendiri. Tapi kini, aku percaya Allah selalu punya caranyasendiri dalam menyelesaikan semua. Aku tak mau dendam lagi, biarlah pengecut tetap sembunyi diblakang kentut. Aku mau mengobati penyakit hatiku. Ada pesan Allah di setiap kisah kehidupan. Aku yakin Allah menciptakanku sebagai orang baik, dan aku tak mau merusak ciptaanNya.

ini rasaku

•Desember 18, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Hari ini. Desember 2008. entah tgl berapa,

Hei!!!, Langit diluar sana ayo beradu air mata denganku. Perasaan kita sudah sama-sama mendung, Tinggal bertaruh siapa yang lebih lama menumpahkan air mata. Aku yakin kali ini aku menang, sakit hatiku pagi ini sudah begitu cukup menjadi impuls glandula lakrimalisku untuk sekresi berlebih. Sudah lama juga aku tak mengair mata, Sakitnya fitnah sudah lama aku pendam dalam bentuk diam, kesabaran, yang penuh paksaan. Aku tak pernah ikhlas harga diriku diinjak-injak, Aku juga tak pernah ikhlas nama baikku dirusak dan dibicarakan tentang apa yang bukan-bukan. Aku tak pernah ikhlas ada berita salah tentangku yang menyebar diluar sana. Seharusnya sejak dari dulu aku sadar, menjadi orang baik hanya bisa jadi bahan fitnahan, menjadi sabar juga hanya bisa menyakitkan. Tak perlu bersikap baik, tak perlu sabar pada orang-orang yang lebih pantas disebut setan. Aku muak dengan kata sabar, muak dengan kata positif thingking, muak dengan nasehat orang yang menyuruhku bersabar dan menganggap ini hanya ujian. Kesabaran tingkat apa lagi yang hrus aku keluarkan?, Anjing tak bisa dikasih tulang yang cuma bisa diam saja. Anjing yang cuma berani gonggong dibelakang kentut harus dilawan, diculik, dianiaya, dicekik, ditelanjangi, disuruh kawin sesama anjing, direkam adegan mesumnya dan diedarkan videonya ke seluruh dunia. Biar anjing yang tak tahu malu tahu rasanya malu!!!.

Menghadapi orang jahat juga harus jahat. Orang jahat tukang tipu yang juga sekaligus perampok dan penyandang gelar pengecut!!!. Orang jahat berwajah mak lampir yang cuma brani dibelakang kentut!. Hhh.., ini sudah ketiga kalinya aku mengahdapi perempuan tukang fitnah, tukang tipu yang juga pengecut, meski orangnya berbeda tetapi sungguh ajaib punya nama yang sama. LIA!!!. Hhh.., LIA yang LIAR sekaligus LOOSer. Aku dah bisa maafin Lia yang dulu, meski bukan kebenaran yang absolute yang aku dapatkan tapi setidaknya dulu aku dah buktiin kalo aku gak salah, aku difitnah. Lia yang tukang tipu, tukang putar balik fakta. Dan Sekarang, lia yang sekarang jauh lebih pengecut dari sebelumnya, benar2 cuma berada dibelakang kentut. Penakut yang cuma berani monyongin mulut. Dengan segenap rasa, aku bilang “Aku benci dia!!!”.

Meski dalam hati sebenarnya aku juga bersedih, karena tanpa sadar aku justru sering mnjadi orang-orang yang aku benci. Apa namanya? Karma personal yang perlahan mempengaruhi kepribadianku. Aku perlahan telah menjelma seperti mereka. Aku gak mau jadi orang jahat, aku tersiksa, meski terkadang aku menikmatinya. Menikmati ketika orang yang yang aku benci tersakiti. Awalnya aku menganggap itu sebagai bentuk balasan atas sakit hatiku, biar mereka juga bisa merasakan sakitnya aku. Tapi.. perlahan aku sadar, apa bedanya aku dengan mereka. Ahhh.. apakah menjadi sabar yang harus menjadi solusinya??..

Aku tersiksa dengan segala bentuk kesabaran, aku tak mau selalu saja bersikap diam dan pura-pura sabar. Aku, dalam hatiku, rasanya ingin saja melawan, ingin jahat seperti mereka, tapi aku takut.,.. takut menjadi jahat seperti mereka. Ya allah ijinkan aku amnesiaaaaa, amnesia sedikit saja. Aku tersiksa dengan otak dan hatiku yang tak mudah melupa.

catatan ceNuL hari ini: perempuan-perempuan

•November 5, 2008 • 1 Komentar

4 november 2008

Kali ini, entah kegundahan macam apa yang tengah menggelayuti pikirku. Ada sibak mata aneh dari dia dan mereka yang nampaknya telah berubah padaku. Entah kesalahan maha apa yang telah aku lakukan? Aku tak tahu. Sepenuh hati aku selalu berusaha menjaga tiap kata, langkah, bahkan untuk sangka. Aku tahu hati perempuan setipis sutra, sedikit tertusuk jarumpun, meski tak kelihatan tetap saja mengimbuh luka. Maafkan aku perempuan-perempuan. Aku tak mau menusuk suteramu, aku juga terlalu takut, bahkan untuk bersangka-sangka.

catatan ceNuL hari ini: perempuan

•November 5, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Perempuan…

Hhh.., aku juga perempuan. Mendengar, melihat, dan mengetahui apa yang mereka lakukan aku diam saja. Tersenyum, menyembunyikan tawaku atas drama jenaka yang menggelitik hati. Aku menggeliat, otakku tertawa merasakan reaksi perempuan beradu lidah.

Ah.., perempuan…

Aku juga!

LENTERA JIWA

•November 4, 2008 • 1 Komentar

Kubiarkan ku mengikuti suara dalam hati
yang slalu membunyikan cinta
ku percaya dan ku yakini murninya nurani
menjadi penunjuk jalanku, lentera jiwaku..”
song: Nugie–Lentera Jiwa

Andaikan saja menuruti kata hati semudah menyanyikan lagu ini, mungkin sekarang aku tidak lagi ada disini. aku tahu, bukan disini panggilan lentera jiwaku. aku bahkan sangat mengerti, lentera jiwa itu tidak menuntunku kesini. tapi aku tidak pernah berani mengambil keputusan untuk benar-benar mengikuti panggilan suara hatiku. aku hanya sesekali saja meliriknya, meski kadang ku pandangi hingga menyilaukan mata tapi langkahku masih berlari menjauhinya, membiarkan cahaya itu tertinggal di belakangku.
gelap memang, hanya ada sebongkah obor kecil menemaniku. tapi aku memaksakan mataku untuk akrab dengan kegelapan, mampu melihat kanan dan kiri, depan, dan tak pernah ku biarkan menoleh ke belakang.
apakah aku harus kembali, menemui lentera jiwaku dan memintanya menemaniku? ya, dengan begitu mungkin aku akan lebih bahagia.
Ahh,,tapi sekali lagi aku tidak pernah berani. aku diam saja mendengar otak kananku berontak meminta energi yang sama. memang, porsi energiku telah mengolengkan perahu otakku ke kiri. untung saja aku belum sempat tenggelam. sisa-sisa energi untuk otak kananku masih menyelamatkan perahu ini tetap berlayar. walaupun terseok, meski harus tertatih, aku tak ingin peduli…

catatan ceNuL hari ini: substansi

•Oktober 30, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Seharian ini mataku terbakar, panas.Padahal air tak juga berhenti mengalir. Ada godam rasa maha dahsyat yang meruntuhkan katup lakrimalisku. Ritual siklis yang berawal dari kata dan  selalu mengakhir pada air mata.  Hhh…, menangis bukan lagi menjadi kejadian aksidental bagiku. Ini sudah menjadi substansi hidupku yang  jika hilang berarti aku tak hidup.

Tolong hapus jutaan byte berleih dari memoriku. Menjadi amnesia mungkin bisa menyembuhkanku.